Arsip

Archive for the ‘News’ Category

Uang Pecahan 2000 Rupiah kini Hadir

6 Agustus 2009 1 komentar

Jakarta – Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan uang pecahan Rp 2.000 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 ini didominasi oleh warna abu-abu.

Peluncuran uang baru ini dilakukan oleh pejabat sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, didampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang pengedaran uang, S. Budi Rochadi, Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, dan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang di Banjarmasin, Kalimantan, Kamis (9/7/2009). Baca selanjutnya…

PENGUMUMAN SERTIFIKASI GURU DEPAG 2009

5 Agustus 2009 9 komentar
Posted on 23 February 2009 by sunartombs

Kepada Bapak Ibu guru di Bawah Departemen Agama yang telah menempuh penilaian sertifikasi lewat portopolio pada akhir Desember 2008 sudah dapat dilihat hasilnya. Berikut saya sampaikan hasil PENGUMUMAN HASIL PENILAIAN PORTOFOLIO SERTIFIKASI GURU DEPARTEMEN AGAMA TAHUN 2008 yang dilaksanakan di Rayin 11 oleh Universitas Negeri Yogyakarta yang diumumkan tepat pada akhir tahun 2008 (31 Desember 2009). Hasil Pengumuman selengkapnya silahkan DOWNLOAD DI SINI.

Kategori:News Tag:

Mbah Surip Disemayamkan di Citayam

Nahyudi, Rahadiyanto Rahmat, Naomi Siregar


Jenazah Mbah Surip di Bengkel Teater WS. Rendra, Citayam, Depok, Jabar

Liputan6.com, Bogor: Saat ini jenazah Mbah Surip sedang disemayamkan di Bengkel Teater WS. Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8) sore. Jasad pria bernama lengkap Urip Ariyanto ini tiba di Citayam sekitar pukul 15.30 WIB. Rencananya penyanyi kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 6 Mei 1949 dimakamkan di belakang bengkel teater besok sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara keluarga berharap Mbah Surip dimakamkan di kampung halamannya. Dua hari sebelum meninggal, Mbah Surip sempat mengatakan ingin dikubur di Bengkel Teater kepada Al Moenir Rahmat, produser eksekutif Playlist SCTV

Sebelum dimakamkan, keluarga akan mengadakan tahlilan. Ratusan warga turut menyaksikan dan menghadiri tahlilan di rumah WS Rendra. Sejumlah kerabat dan keluarga yang hadir sangat terharu. Bahkan ada yang pingsan. Jenazah Mbah Surip sempat disemayamkan di kediaman pelawak Srimulat, Mamiek Prakoso di Kampung Makassar, Jakarta Timur.

Mbah Surip meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat (Pusdikkes) Kramat Jati, Jakarta Timur, sekitar pukul 10.30 WIB. Mbah Surip meninggalkan empat orang anak dan empat cucu.

Sosok Mbah Surip alias Urip Ariyanto memang fenomenal. Gaya nyentrik dan rambut gimbal membuat pria asal Jawa Timur ini melejit di dunia hiburan. Ditambah lagi, lagu Tak Gendong makin naik daun dan melambungkan nama penyanyi beraliran reggae ini.

Bergaul dengan orang yang kamu sukai. Itu salah satu resep sehat yang dipegang Mbah Surip. Terbukti, sejak bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Pada akhirnya, nasib membawa si Mbah ke dapur rekaman dan akhirnya meraih sukses.

Lagu Tak Gendong menurutnya mengandung sejumlah filosofi kehidupan manusia, yaitu menggendong merupakan bagian dari pelajaran mengenal kesalahan. Ada juga lagu berjudul Minta Ongkos Pulang yang diciptakan Mbah Surip. Menurutnya, lagu itu merupakan curhatan dirinya yang terkadang bingung untuk pulang kalau kehabisan ongkos. Katanya, si Mbah waktu berpacaran kerap mengalami cekak, meskipun banyak yang ragu kalau Mbah Surip pernah berpacaran.

Ciri khas pria kelahiran 5 Mei 1949 ini adalah gitar kopong. Dengan alat musik petik itu Mbah Surip bisa dengan santai menyanyi ngalor-ngidul. Ia juga dikenal banyak orang sebagai pribadi yang kocak, gila, dan bebas berekspresi. Tak banyak, lho, orang yang percaya diri dan nyaman bertingkah demikian.

Karakter pemilik jargon I Love You Full ini tak ayal membuat seniman Emha Ainun Najib (Cak Nun) berdecak kagum. Selain Tak Gendong, lagu berjudul Bangun Tidur atau Turunkan Harga Minyak Angin terdengar akrab di telinga Cak Nun dan Jamaah Kenduri Cinta. Cak Nun menggambarkannya sebagai “Manusia Indonesia Sejati” yang tak pernah merasa susah, sulit gelisah, dan selalu ceria.

Kini, Mbah Surip sudah beristirahat dengan tenang. Sebelum menutup mata untuk selamanya di usia ke-60, Mbah Surip berhasil mencetak namanya sebagai salah satu seniman penghibur banyak orang. Dan itu yang harusnya menjadi tema untuk direnungkan dan dikenang.

Selamat jalan Mbah Surip, I Love You Full.

Kategori:News Tag:

RBT Mbah Surip Diaktivasi 130.000 Pelanggan Indosat dan XL

Selasa, 4 Agustus 2009 | 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lagu “Tak Gendong” milik penyanyi sepuh almarhum Mbah Surip telah diaktivasi oleh lebih dari 60.000 pelanggan Indosat.

“Jumlah pelanggan yang mengaktifkan RBT (ring-back tone) Mbah Surip dari Februari 2009 sampai Juni 2009 saja sekitar 60.000 pelanggan,” kata Division Head Content Management Indosat Dhoya Sugarda yang dihubungi, Selasa (4/8) di Jakarta.

Meskipun belum dihitung secara detail, Dhoya mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 3.500 pelanggan Indosat yang mengaktivasi bulanan dengan biaya Rp 7.000 dan ada 51.500 pelanggan Indosat yang mengaktivasi mingguan dengan Rp 3.000. “Untuk pendapatan dari RBT Mbah Surip, kita belum tahu karena kita belum hitung,” kata Dhoya.

Dia juga enggan menjelaskan lebih lanjut, berapa persen dari pendapatan RBT untuk Mbah Surip. Alasannya karena kerja sama Indosat itu melalui label tempat Mbah Surip bernaung.

Indosat sendiri belum melakukan rencana apa pun terkait dengan meninggalnya Mbah Surip. “Sampai detik ini, belum ada rencana apa-apa karena masih koordinasi dengan label dan CP (content provider), mereka akan melakukan apa,” tambah Dhoya.

Sementara itu, sekitar 70.000 pelanggan operator XL menggunakan “Lagu Tak Gendong” sebagai RBT. Demikian dikatakan GM Corporate Communication XL Myra Junor di Jakarta, Selasa.

Jumlah pengguna RBT Mbah Surip tersebut terhitung mulai 17 Juni 2008 sampai dengan saat ini. “Tak Gendong” termasuk RBT populer karena masuk dalam Top 10 dalam dua bulan terakhir.

Mengenai iklan XL yang menampilkan Mbah Surip sebagai salah satu bintang iklan, Myra mengatakan, saat ini tengah dilakukan proses editing sehingga mulai 10 Agustus dan selanjutnya iklan tersebut sudah tidak akan menampilkan seniman yang meninggal Selasa pagi itu.

Mbah Surip (60) meninggal dunia Selasa pagi dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Kramat Jati, Jakarta Timur. Pemilik nama lengkap Urip Ariyanto itu lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 5 Mei 1949.

Sent from Indosat BlackBerry powered by  

Kategori:News

MBAH SURIF MENINGGAL DUNIA

Maut jodoh dan rizeki memang hanya tuhan yang tau, seperti yang terjadi pada seniman pengamen jalanan ini baru sja dia menikmati rezeki yang di berikan oleh Allah berupa menikmati hasil kerja kerasnya, secara beruntun pula mautpun mejemputnya. Tuhan tiba-tiba saja mengangkat derajat Mbah Surip dengan begitu cepat lewat tembang “tak gendong”. Dari seorang gelandangan yang tak dilirik orang, sontak menjadi selebritis dengan kekayaan terakhir tercatat Rp82 miliar.

Dan tiba-tiba saja, ketenaran Mbah Surip diangkat secara mendadak pula. Tuhan dengan cepat memangggil laki-laki yang tengah berada di titik kulminasi popularitas. Mbah Surip kini telah tiada.

Laki-laki yang menggelandang di ibukota dengan mimpi terakhirnya ingin mempunyai sebuah helikopter ini menghembuskan nafasnya pada hari Selasa (4/8) pukul 10.30.

Menurut informasi, bah Surip di bawa ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur.”Meninggal pukul 10.30 WIB. Dibawa ke sini sudah meninggal,” kata Ibu Omega, bagian rekap medis di RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Belum jelas Mbah Surip meninggal karena penyakit apa. Dia meninggalkan 4 anak dan 4 cucu setelah 26 tahun menduda.

selamat tinggal mbah surif selamat jalan, seniman yang engkau torehkan dalam balantika musik indonesia sudah di akui…ku doakan semoga engkau mendapat tempat di sisiNYa

Kategori:News

Cuma di China: Peserta Ujian Calon Polisi Diawasi Anak SD

1 Agustus 2009 3 komentar

Lain padang, lain belalang. Di Indonesia, beberapa waktu lalu polisi dilibatkan mengawasi ujian anak sekolah dari praktik kecurangan. Namun, di China, situasinya terbalik: anak sekolah justru bertugas mengawasi para calon polisi, hakim, dan jaksa yang sedang ujian.

Laman pemerintah kota Liangzhou, Provinsi Gansu, menunjukkan gambar 18 anak sekolah dasar (SD) kelas lima berdiri di belakang podium dan sesekali berjalan bolak-balik di selasar sambil memantau bapak-bapak mengerjakan soal ujian masuk aparat penegak hukum beberapa hari lalu.
Eksperimen itu tengah dilakukan oleh Departemen Organisasi dan Komisi Inspeksi Kepolisian Liangzhou. Pasalnya, menurut pengalaman, masih sering terjadi kecurangan saat ujian diawasi oleh orang dewasa. Mungkin karena merasa segan atau solider, para pengawas dewasa kadang membiarkan praktik nyontek diantara para peserta ujian.

Kali ini, pengawasnya adalah anak-anak kecil berseragam biru dan putih. Mungkin karena masih polos, mereka tak segan-segan langsung melaporkan kecurangan yang dilakukan peserta.
Hasilnya tak mengecewakan. Dalam tes tertulis memperebutkan 66 posisi hakim, jaksa, dan polisi di Liangzhou, para pengawas cilik melaporkan 25 peserta yang nyontek. Oleh panitia, para peserta curang itu langsung didiskualifikasi.
Anak-anak SD ini pun senang diberi tanggungjawab yang berat sebagai pengawas ujian. Pasalnya, mereka bisa menarik pelajaran berharga.
“Ini sungguh menarik. Saya bisa tahu mengapa harus ada pengawas dan betapa pentingnya untuk mengandalkan kepada diri sendiri selama ujian berlangsung,” kata Liang Liang, pengawas ujian berusia 12 tahun, kepada kantor berita Xinhua, Jumat 31 Juli 2009.
“Para pengawas menjalankan tugas dengan sangat serius dan kehadiran mereka juga menjadi tekanan moral bagi para peserta untuk bersikap jujur, yang bisa membawa efek positif dan membuat mereka menjadi tauladan di masa depan,” demikian menurut Xinhua.

Pesannya, ih malu kan ketahuan oleh anak kecil.

sumber: http://blog.faisalsaleh.net/

Kategori:News Tag:

Cegah Manipulasi Usia, Departemen kesehatan Buat Nomor Identitas Pegawai Baru

1 Agustus 2009 2 komentar

Jakarta – Masalah manipulasi usia seperti sudah menjadi rahasia umum bagi karyawan. Untuk mencegah kejadian itu terjadi di lingkungannya, Depkes menggunakan Nomor Identitas Pegawai (NIP) baru.

NIP ini akan digunakan Depkes di seluruh daerah. NIP ini sendiri terdiri dari 18 digit, yaitu 8 digit pertama menunjukkan tahun, bulan dan tanggal lahir CPNS/PNS, 6 digit berikut menunjukkan tahun dan bulan pengangkatan CPNS, 1 digit berikut menunjukkan jenis kelamin (1=pria, 2=wanita) dan 3 digit terakhir menunjukkan nomur urut pegawai. NIP yang berlaku selama ini hanya terdiri dari 9 digit.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes, Lily Sulistyowati dalam siaran persnya.
“Tidak akan ada lagi manupulasi usia. Contohnya bagi PNS yang sudah berumur 58 atau 59 tahun tidak bisa dimundurkan usianya 1 atau 2 tahun lebih muda,” ujar Lily mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal Depkes, Sjafii Ahmad.
Selain itu, NIP ini juga akan langsung menjadi identitas pada kartu pegawai. Depkes sendiri mengklaim bahwa dirinya adalah departemen pertama di Indonesia yang menerapkan Kartu Pegawai Elektronik (KPE) sebagai Kartu Identitas Pegawai di lingkungan Depkes Pusat dan UPT Depkes di daerah-daerah.

Kategori:News Tag: