Beranda > News > Mbah Surip Disemayamkan di Citayam

Mbah Surip Disemayamkan di Citayam

Nahyudi, Rahadiyanto Rahmat, Naomi Siregar


Jenazah Mbah Surip di Bengkel Teater WS. Rendra, Citayam, Depok, Jabar

Liputan6.com, Bogor: Saat ini jenazah Mbah Surip sedang disemayamkan di Bengkel Teater WS. Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8) sore. Jasad pria bernama lengkap Urip Ariyanto ini tiba di Citayam sekitar pukul 15.30 WIB. Rencananya penyanyi kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 6 Mei 1949 dimakamkan di belakang bengkel teater besok sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara keluarga berharap Mbah Surip dimakamkan di kampung halamannya. Dua hari sebelum meninggal, Mbah Surip sempat mengatakan ingin dikubur di Bengkel Teater kepada Al Moenir Rahmat, produser eksekutif Playlist SCTV

Sebelum dimakamkan, keluarga akan mengadakan tahlilan. Ratusan warga turut menyaksikan dan menghadiri tahlilan di rumah WS Rendra. Sejumlah kerabat dan keluarga yang hadir sangat terharu. Bahkan ada yang pingsan. Jenazah Mbah Surip sempat disemayamkan di kediaman pelawak Srimulat, Mamiek Prakoso di Kampung Makassar, Jakarta Timur.

Mbah Surip meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat (Pusdikkes) Kramat Jati, Jakarta Timur, sekitar pukul 10.30 WIB. Mbah Surip meninggalkan empat orang anak dan empat cucu.

Sosok Mbah Surip alias Urip Ariyanto memang fenomenal. Gaya nyentrik dan rambut gimbal membuat pria asal Jawa Timur ini melejit di dunia hiburan. Ditambah lagi, lagu Tak Gendong makin naik daun dan melambungkan nama penyanyi beraliran reggae ini.

Bergaul dengan orang yang kamu sukai. Itu salah satu resep sehat yang dipegang Mbah Surip. Terbukti, sejak bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Pada akhirnya, nasib membawa si Mbah ke dapur rekaman dan akhirnya meraih sukses.

Lagu Tak Gendong menurutnya mengandung sejumlah filosofi kehidupan manusia, yaitu menggendong merupakan bagian dari pelajaran mengenal kesalahan. Ada juga lagu berjudul Minta Ongkos Pulang yang diciptakan Mbah Surip. Menurutnya, lagu itu merupakan curhatan dirinya yang terkadang bingung untuk pulang kalau kehabisan ongkos. Katanya, si Mbah waktu berpacaran kerap mengalami cekak, meskipun banyak yang ragu kalau Mbah Surip pernah berpacaran.

Ciri khas pria kelahiran 5 Mei 1949 ini adalah gitar kopong. Dengan alat musik petik itu Mbah Surip bisa dengan santai menyanyi ngalor-ngidul. Ia juga dikenal banyak orang sebagai pribadi yang kocak, gila, dan bebas berekspresi. Tak banyak, lho, orang yang percaya diri dan nyaman bertingkah demikian.

Karakter pemilik jargon I Love You Full ini tak ayal membuat seniman Emha Ainun Najib (Cak Nun) berdecak kagum. Selain Tak Gendong, lagu berjudul Bangun Tidur atau Turunkan Harga Minyak Angin terdengar akrab di telinga Cak Nun dan Jamaah Kenduri Cinta. Cak Nun menggambarkannya sebagai “Manusia Indonesia Sejati” yang tak pernah merasa susah, sulit gelisah, dan selalu ceria.

Kini, Mbah Surip sudah beristirahat dengan tenang. Sebelum menutup mata untuk selamanya di usia ke-60, Mbah Surip berhasil mencetak namanya sebagai salah satu seniman penghibur banyak orang. Dan itu yang harusnya menjadi tema untuk direnungkan dan dikenang.

Selamat jalan Mbah Surip, I Love You Full.

Kategori:News Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: