Beranda > Dunia Islam > Muhasabah

Muhasabah

Muhasabah

Sahabatku sekalian
Kita adalah manusia yang diamanahkan Allah untuk hidup di dunia
Kita adalah orang yang terpercaya
Dipercaya sebagai makhluk yang paling mulia dari makhlukNya yang lain.
Sahabatku sekalian
Pernahkah kita berfikir sejenak, untuk apakah kehidupan kita ini
Kenapa kita hidup?
Kenapa hidup itu terbatas?
Kenapa ada batas yang namanya waktu?
Kenapa ada akhir yang namanya kematian?
Berbahagialah kita yang diberi nikmat hidup ini wahai sahabatku
Kita telah diberikan waktu untuk membuat hidup ini bermakna
Untuk menjadikan kita mengenal dan menambah wawasan
Untuk menegakkan punggung teman kita, tetangga kita, saudara kita, sahabat kita.
Untuk bermanfaat bagi semua orang
Bersedihlah wahai sahabatku, bila kita menyia-nyiakan hidup dan waktu ini
Sesungguhnya, Demi Masa
Manusia Itu sebenarnya MERUGI
Merugi karena tidak menggunakan waktu yang diamanahkan Allah kepadanya
Merugi karena tidak memanfaatkan ilmu yang diberikan Allah padanya
Nikmat yang paling bisa kita rasakan setelah iman adalah nikmat waktu dan ilmu
Janganlah sia-siakan nikmat tersebut wahai sahabatku
Jangan pernah mencoba menjadi orang yang merugi
Bacalah, dengan menyebut nama tuhanmu yang maha mencipta
Bacalah untuk mendapatkan ilmu
Bacalah untuk memperluas wawasan
Bacalah untuk menyelamatkan sahabat dari kerugian di dunia dan di Akhirat yang kekal
Orang yang beruntung adalah orang yang merasakan dekatnya kematian
Dalam artian, orang yang beruntung adalah yang menghitung waktu yang berlalu
Orang yang beruntung adalah yang menghitung, apakah dirinya lebih baik di hari ini dari hari kemarin
Orang yang beruntung adalah yang keberadaannya menjadi nasihat bagi orang lain, yang keberadaanya dirindukan orang lain, yang keberadaanya membuat orang lain menjadi ada, yang dengan keberadaanya orang lain ikut merasakan keberadaan diri mereka, yang dengan keberadaanya memperbaiki dunia
Orang yang beruntung adalah orang yang sabar, membuat orang menjadi sabar, membuat orang memiliki semangat hidup sehingga mereka sabar mengarungi kehidupan, yang bila orang lain melihat maka orang itu akan menjadi orang yang sabar
Sahabatku, sangat merugi bila apa yang kita lakukan tidak kita tahu tujuannya
Sangat merugi bila kita tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah berupa waktu untuk meningkatkan kapasitas diri dan menjadi yang terbaik di hadapannya
Sangat merugi, bila dari umur yang didapatkan, kita hanya merasa menggunakannya untuk hal yang sia-sia.
Sahabatku, umur kita yang terbatas ini, sebenarnya merupakan pemacu bagi kita untuk memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin.
Nabi hanya memiliki waktu 63 tahun.
Namun dari 63 tahun tersebut terdapat sauri tauladan yang terbaik
Dari 63 tahun tersebut tiada kesia-siaan.
Sahabatku, bila kita diberikan umur yang sama, sekarang berapakah umur kita,
Berapa banyak yang kita gunakan untuk membuat diri kita berkembang dan menjadi lebih baik
Berapa banyak yang kita gunakan untuk menyelami ayat-ayatNya baik yang Kauniyah maupun yang Qouliyyah.
Setiap detik begitu berharga sahabatku,
Setiap detik akan dimintai pertanggung jawabannya
Setiap detik akan menjadi pertanyaan yang membutuhkan argumentasi
Setiap detik bisa menyelamatkan, ataupun menjerumuskan.
Apa yang kita lakukan disini, saat ini
Mampukah kita mempertanggung jawabkannya nanti di Majelis Allah
Bisakah kita memberikan kejelasan untuk apa kita melakukannya.
Sentuhan sekecil apapun akan dimintai pertanggung jawabannya
Waktu sesedikit apapun akan dimintai pertanggung jawabannya
Kegiatan macam apapun akan dimintai pertanggung jawabannya
Mulailah untuk menentukan tujuan hidup wahai sahabatku, tujuan yang lurus
Karena dengan tujuan hidup, maka kita akan bisa mempertanggung jawabkan semuanya
Karena dengan tujuan hidup, maka kita akan bisa bebas dari keraguan
Karena dengan tujuan hidup, maka kita akan menjadi orang yang bahagia.
Berlalu dengan waktu bukan pilihan
Berlalu dengan tanpa berfikir bukanlah pilihan
Berlalu tanpa tujuan adalah kebodohan
Perhatikanlah air yang mengalir, yang dijadikan orang sebagai panduan untuk mengikuti arus yang ada tanpa harus berfikir.
Bukankah airpun memiliki tujuan, yaitu laut.
Kalau air tidak memiliki tujuan maka air itu diam, tidak mengalir.
Kalau orang tidak memiliki tujuan maka keberadaanya sama dengan ketiadaanya
Kalau orang tidak mempu menentukan arahan dan arusnya, maka niscaya dia tidak akan bisa menolong orang lain, tidak akan bisa bermanfaat bagi orang lain, tidak akan bisa memberi pada orang lain.
Belajarlah dari lingkungan, Iqro dari segala hal.
Dari teman yang berprestasi
Dari teman yang bekerja keras
Dari teman yang tidak mudah menyerah
Dari teman yang diam
Dari teman yang kreatif
Dari teman yang tegas
Dan kita akan menjadi orang yang akan dipelajari orang lain dan bermanfaat bagi orang lain.
Ingatlah Waktu dan Ilmu

Kategori:Dunia Islam Tag:
  1. rabbani75
    10 Januari 2010 pukul 12:25 AM

    ass. terima kasih artikelnya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: